Senin, 09 Mei 2011

CFD (Car Free Day) Memmbantu mengurang Polusi! !


Jakarta - Pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang biasa dikenal dengan car free day membawa dampak yang baik. Hasilnya tingkat pencemaran udara di Jakarta menurun.

"Dari hasil evaluasi kualitas udara setelah adanya pelaksanaan car free day di tahun 2009 didapatkan bahwa kualitas udara di Jakarta meningkat," kata Kasubdit Pengendalian Pencemaran Sumber Kegiatan BPLHD Rina Suryani di lokasi car free day, Jl MH Thamrin, Jakarta Selatan, Minggu (26/9/2010).

Meningkatnya kualitas udara dapat dilihat dari beberapa indikator. Salah satunya, menurunnya parameter debu (PM-10), parameter carbon monoksida (CO), dan nitrogen monoksida (NO).

"Parameter pencemaran oleh debu turun 37 persen, carbon monoksida 67 persen, dan nitrogen monoksida 75 persen," sebutnya.

Ia juga menambahkan, hingga tahun 2010 ini, lima kotamadya di DKI Jakarta sudah melaksanakan car free day, hanya saja intensitasnya tidak sama.

"Kalau di Thamrin kan kita sejak bulan Juli 2010 sudah melakukan (car free day 2 kali sebulan. Kalau di yang lain itu belum sebanyak itu. Tapi sejak 2009 daerah lain sudah melakukan 2 kali setahun," imbuhnya.

Lima wilayah tersebut antara lain, di Jl Pemuda ( Jakarta Timur), Kawasan Kota Tua (Jakarta Barat), Jl Mayjen Sutoyo (Jakarta Pusat), dan Artha Gading Boulevard (Jakarta Utara).

Car Free Day Dimeriahkan Lomba

Sementara itu, peringatan car free day Internasional yang diselenggarakan di Jl Sudirman-Thamrin hari ini dimeriahkan dengan pelaksaan berbagai lomba. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan, mulai dari lomba futsal hingga lomba fotografi.

"Kita mengadakan beberapa lomba, mulai dari lomba futsal dan fotografi. Ada juga penandatanganan dukungan car free day, bengkel sepeda, fun walk, dan kumpul komunitas bersepeda," jelas Rina.

Rina menyebutkan, ada lebih dari 180 foto yang dipamerkan berjajar di sepanjang lokasi car free day. Para pengunjung berhak memberikan suara pada foto yang dianggap terbaik.

"Tadi kita dapat pemenang foto yang temanya bule yang menggoes becak. Ini juga usaha kita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat," kata Rina.

Selain itu, dalam peringatan car free day internasional ini juga diadakan pengumpulan tanda tangan dukungan terhadap kegiatan ini. Pengumpulan tanda tangan dibubuhkan dalam spanduk besar.

Pencemaran Udara


Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. [Karbon monoksida]adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam [smog fotokimia] adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.

Belakangan ini tumbuh keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global (global warming) yg memengaruhi;

Kegiatan manusia

  • Transportasi
  • Industri
  • Pembangkit listrik
  • Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
  • Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)

Sumber alami

Sumber-sumber lain


Jenis-jenis pencemar


Dampak


Dampak kesehatan

Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISNA (infeksi saluran napas atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.

memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISNA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah di tahun 2015.


Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.


Hujan asam

pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:

  • Mempengaruhi kualitas air permukaan
  • Merusak tanaman
  • Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
  • Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan


Efek rumah kaca

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.

Dampak dari pemanasan global adalah:

  • Pencairan es di kutub
  • Perubahan iklim regional dan global
  • Perubahan siklus hidup flora dan fauna


Kerusakan lapisan ozon

Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.



 

./This is it Copyright © 2010 by Bagus